Rabu, 30 April 2014

Karangan Ilmiah


A.    Karangan Ilmiah
1.      Definisi Karangan Ilmiah
Karangan ilmiah merupakan suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isisnya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.”—Eko Susilo, M. 1995:11
2.      Macam-macam Karangan Ilmiah
a.       Skripsi; adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-obyektif, baik berdasarkan penelitian langsung, observasi lapangan / penelitian di laboratorium, ataupun studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.
b.       Tesis; adalah jenis karya tulis dari hasil studi sistematis atas masalah. Tesis mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan menyajikan kesimpulan serta mengajukan rekomendasi. Orisinalitas tesis harus nampak, yaitu dengan menunjukkan pemikiran yang bebas dan kritis. Penulisannya baku dan tesis dipertahankan dalam sidang. Tesis juga bersifat argumentative dan dihasilkan dari suatu proses penelitian yang memiliki bobot orisinalitas tertentu.
c.       Disertasi; adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan program S3 ilmu pendidikan. Disertasi merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru dalam salah satu disiplin ilmu pendidikan
3.      Sifat Karangan Ilmiah
Berbeda dengan tulisan fiksi (novel, puisi, cerpen), karya ilmiah bersifat formal sehingga harus memenuhi syarat.Beberapa syarat tersebut adalah sebagai berikut:
a.       Lugas dan tidak emosional
Maksudnya adalah karya ilmiah hanya mempunyai satu arti, tidak memakai kata kiasan, sehingga pembaca tidak mebuaat tafsiran (interprestasi) sendiri-sendiri. Karena itu, perlu ada batasan (definisi) oprasional pengertian suatu istilah, konsep, atau variabe.
b.      Logis
Maksudnya adalah kalimat, alinea, subbab, subsubbab, disusun berdasarkan suatu urutan yang konsisten. Urutan disini meliputi urutan pengertian, klasifikasi, waktu (kronologis), ruang, sebab-akibat, umum-khusus, khusus-umum, atau proses dan peristiwa.
c.       Efektif
Maksudnya adalah baik alinea atau subbab harus menunjukan adanya satu kebulatan pikiran, ada penekanan, dan ada pengembangan.
d.      Efisien
Maksudnya adalah hanya mempergunakan kata atau kalimat yang penting dan mudah dipahami.
e.       Ditulis dengan bahasa Indonesia yang baku.

4.      Ciri-ciri Karangan Ilmiah
a.       Struktur Sajian
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan kesimpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
b.      Komponen dan Substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
c.       Sikap Penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.
d.      Penggunaan Bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata / istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.


B.     Karangan Semi Ilmiah
1.      Definisi Karangan Semi Ilmiah
Karya tulis semi ilmiah merupakan sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan yang ditulis dengan bahasa konkret dan formal, kata-katanya teknis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan kebenarannya. Karya tulis ini juga merupakan sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannya tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering dimasukkan dalam karya tulis ini.

2.      Macam-macam Karangan Semi Ilmiah
a.       Artikel
b.      Editorial
c.       Opini
d.      Tips
e.       Reportase
f.       Resensi Buku

3.      Sifat Karangan Semi Ilmiah
Ditulis berdasarkan fakta pribadi
a.       Fakta yang disimpulkan subjektif
b.      Gaya bahasa formal, sederhana, dan popular
c.       Tidak memuat hipotesis
d.      Penyajian fakta dibarengi dengan sejarah
e.       Bersifat imajinatif
f.       Situasi didramatisir, dan
g.      Bersifat persuatif

4.      Ciri-ciri karangan semi ilmiah atau ilmiah popular, yaitu
a.       Ditulis berdasarkan fakta pribadi;
b.       Fakta yang disimpulkan subjektif
c.       Gaya bahasa formal dan popular
d.      Mementingkan diri penulis
e.       Melebih-lebihkan sesuatu
f.       Usulan-usulan bersifat argumentative; dan Bersifat persuasive.

C.     Karangan Non Ilmiah
1.      Definisi Karangan Non Ilmiah
Karya non-ilmiah adalah karya tulis ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Karya tulis non-ilmiah itu pun bervariasi bahan topiknya dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung oleh fakta umum. Bahasanya mungkin kongkret atau abstrak, gaya bahasanya mungkin formal dan teknis, atau formal dan populer.

2.      Macam-macam Karangan Non Ilmiah
a.       Drama
b.      Dongeng
c.       Cerpen
d.      Novel
e.       Roman

3.      Sifat Karangan Non Ilmiah
a.       Emotif: lebih merupakan refleksi dari sebuah perasaan yang terkadang melampui kebenaran,
b.      Persuasif: yaitu bersifat mempengaruhi pikiran pembaca,
c.       Deskriptif subjektif: dalam arti tidak didukung oleh data dan fakta, dan
d.      terkadang over claiming: Karya-karya non ilmiah ini terutama dapat dilihat dalam bentuk karya-karya seni, seperti  cerpen, novel, puisi, komik dan lain-lain yang semisalnya.

Suumber :

Jumat, 28 Maret 2014

PENALARAN

Penalaran adalah cara berfikir yang logis dari pengamatan indera untuk memperoleh kesimpulan. Penarikan kesimpulan dalam penalaran berdasarkan proposisi-proposi yang ada sebelumnya. Proposisi adalah kalimat logika yang berupa pernyataan tentang hubungan antara dua atau beberapa hal yang dapat dinilai benar atau salah. Dengan kata lain, selalu menyatakan pemgimgkaran atau pengakuan sesuatu yang lain.
Unsur-Unsur Proposisi
a.      Term Subjek   : Hal tentang pengkuan atau pengingkaran dalam bentuk subjek penegasan.
b.      Term Predikat            : Isi dari pengakuan atau pengingkaran berupa apa saja yang diakui atau diingkari subjek tersebut.
c.       Kopula            : Gabungan antara term subjek dan term predikat yang sekaligus memberikan bentuk (pengakuan atau pengingkaran) dalam hubungan yang terjadi.

Jenis-Jenis Proposisi
1.      Berdasarkan Bentuk
a.       Proposisi Tunggal        : Kalimat proposisi yang terdiri dari 1 subjek dan 1 predikat. Contoh : Semua tumbuhan pasti membutuhkan air.
b.      Proposisi Majemuk      : Kalimat yang terdiri dari 1 subjek dan memiliki lebih dari 1 predikat. Contoh : Ibu membeli sayuran dan buah-buahan dipasar.
2.      Berdasarkan Sifat
a.       Proposisi Kategorial                            : Proposisi dimana hubungan antara subjek dan predikat mempunyai syarat apapun. Contoh : Semua perempuan pasti akan mengalami menstruasi.
b.      Proposisi Kondisional                         : Proposisi dimana hubungan antara subjek dan predikat sesuai yang bersifat sementara saja. Contoh : Jika saya lulus penelitian ilmiah, maka saya akan mengadakan syukuran.
c.       Proposisi Kondisional Disjungtif        : Mempunyai dua alternative. Contoh : Siti tidak datang ke kampus karena malas atau sibuk.
3.      Berdasarkan Kualitas
a.       Proposisi Positif          : Proposisi dimana predikatnya mendukung atau membenarkan subjeknya. Contoh : Semua gajah berbadan besar.
b.      Proposisi Negatif        : dimana predikatnya menolak atau tidak sesuai dengan subjek dan predikatnya. Contoh : Tidak ada wanita yang berjenggot.
4.      Berdasarkan Kuantitas
a.       Proposisi Umum                                  : Dimana proposisi yang selalu diawali dengan kata semua. Contoh : Semua murid wajib mengerjakan tugas dari guru.
b.      Proposisi Spesifik atau Sebagian        : Dimana proposisi yang selalu diawali dengan kata sebagian atau beberapa. Contoh : Beberapa murid mendapatkan nilai sangat memuaskan.


Kamis, 02 Januari 2014

PENGARUH KELAS SOSIAL DAN STATUS



Kelas sosial didefinisikan sebagai suatu strata ( lapisan ) orang-orang yang berkedudukan sama dalam kontinum ( rangkaian kesatuan ) status sosial. Definisi ini memberitahukan bahwa dalam masyarakat terdapat orang-orang yang secara sendidi-sendidi atau bersama-sama memiliki kedudukan social yang kurang lebih sama. Mereka yang memiliki kedudukan kurang lebih sama akan berada pada suatu lapisan yang kurang lebih sama pula.
Dalam kehidupan setiap individu, masing-masing memiliki perbedaan yang cukup beragam. Setiap orang dapat membedakannya melalui kelas-kelas tertentu yaitu : kelas bawah, menengah, dan kelas atas. Perbedaan yang muncul terkadang membuat kita merasa ada yang kurang dari diri sendiri atau suatu ketidak kepercayaan. Apabila disangkut-pautkan dengan makna dari bhineka tunggal ika bangsa Indonesia : "meskipun berbeda tetapi tetap satu". Seharusnya kita bisa memaknai kalimat tersebut. Perbedaan yang lain dapat dinilai dari fisik, keyakinan, ras, suku, agama, pendidikan, jenis kelamin, usia, kemampuan, dsb.
Pendekatan yang sistematis untuk mengukur kelas sosial tercakup dalam berbagai kategori yang luas berikut ini: ukuran subjektif, ukuran reputasi, dan ukuran objektif dari kelas sosial. Peneliti konsumen telah menemukan bukti bahwa di setiap kelas sosial, ada faktor-faktor gaya hidup tertentu ( kepercayaan, sikap, kegiatan, dan perilaku bersama ) yang cenderung membedakan anggota setiap kelas dari anggota kelas sosial lainnya.
Para individu dapat berpindah ke atas maupun ke bawah dalam kedudukan kelas sosial dari kedudukan kelas yang disandang oleh orang tua mereka. Yang paling umum dipikirkan oleh orang-orang adalah gerakan naik karena tersedianya pendidikan bebas dan berbagai peluang untuk mengembangkan dan memajukan diri.
Dengan mengenal bahwa para individu sering menginginkan gaya hidup dan barang-barang yang dinikmati para anggota kelas sosial yang lebih tinggi maka para pemasar sering memasukkan simbol-simbol keanggotaan kelas yang lebih tinggi, baik sebagai produk maupun sebagai hiasan dalam iklan yang ditargetkan pada audiens kelas sosial yang lebih rendah.
Sedangkan yang dimaksud dengan status sosial adalah posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial atau kelompok masyarakat berkaitan dengan hak dan kewajibannya. Adapun menurut Ralph Linton adalah  sekumpulan hak dan kewajian yang dimiliki seseorang dalam masyarakatnya. Jadi orang yang memiliki status sosial yang tinggi akan ditempatkan lebih tinggi dalam struktur masyarakat dibandingkan dengan orang yang status sosialnya rendah.

A.    Pembangian kelas sosial terbagi 3:
1.      Berdasarkan status ekonomi
-        Menurut  Aristoteles kelas sosial dibagi menjadi :
·         Golongan sangat kaya
·         Golongan kaya
·         Golongan miskin
-        Menurut Karl Mark kelas sosial dibagi menjadi :
·         Golongan kapitalis
·         Golongan menengah
·         Golongan proletar

2.      Berdasarkan status social
Adalah adanya perbedaan pada penghormatan dan status mereka. Misalnya kasta pada masyarakat Bali. Marga pada masyarakat Batak dan lain-lain.

3.      Berdasarkan status politik adalah perbedaan karena wewenang dan kekuasaan yaitu:
·         eksekutif
·         legislative
·         yudikatif

B.     Cara memperoleh status
Disini ada 3 cara untuk memperoleh status diantaranya:
a.  Ascribed status : diberikan sejak lahir (jenis kelamin, gelar kebangsawanan, keturunan).
b.  Achived status : diperoleh karena usaha (gelar sarjana, dokter, pendidikan dll).
c.  Assigned status : diperoleh karena penghargaan (penghargaan Kalpataru)

C.     Akibat adanya status sosial dan kelas social
Karena disini terjadi perbedaan pada status sosial masing-masing masyarakat maka timbulah konflik diantara mereka. Konflik-konflik tersebut dapat digolongkan menjadi :
·         Konflik yang bersifat individu
Terjadi pada batin diri sendiri. Ini tejadi untuk menentukn pilihan, misalnya apakah dia ingin menjadi ibu rumah tangga atau memutuskan untuk menjadi wanita karir.
·         Konflik yang bersifat antar individu
Terjadi antara individu satu dengan yang lain. Misalnya, konflik yang terjadi dalam rumah tangga dalam hal perebutan warisan.
·         Konflik yang bersifat antar kelompok
Terjadi antara kelompok satu dengan yang lain.

Pengaruh dari adanya kelas sosial terlihat dari pemenuhan kebutuhan sehari-hari, baik kebutuhan primer, sekunder ataupun tersier. Untuk masyarakat dengan kelas sosial yang tinggi maka mereka akan membeli kebutuhannya dengan harga yang cukup mahal dibandingkan dengan masyarakat yang berkelas menengah dan rendah.
Jadi setiap individu dalam masyarakat memiliki status sosialnya masing-masing. Status merupakan perwujudan atau pencerminan dari hak dan kewajiban individu dalam tingkah lakunya. Status sosial sering pula disebut sebagai kedudukan atau posisi, peringkat seseorang dalam kelompok masyarakatnya.